Ketahanan pangan identik dengan kemampuan dalam penyediaan bahan pangan secara kualitas dan kuantitas pada suatu wilayah. Pada saat ini, ketahanan pangan juga bisa diwujudkan dengan peningkatan nilai tambah dan ekonomis pangan sehingga mampu mendukung kehidupan dan perekonomian.


Pada kesempatan ini, Yayasan Trukajaya menggandeng Teknologi pangan FKIK UKSW untuk melakukan pendampingan pada masyarakat di 3 desa di Kabupaten Semarang. Pendampingan yang dilakukan adalah dengan inovasi pangan berbasis pangan lokal yang berasal dari kacang tanah dan jagung.


Dosen Teknologi Pangan, yakni Pulung Nugrogho M,Si bersama mahasiswa Fitri Al-janati dan Titania Eden mengajarkan tentang bagaimana membuat permen nougat kacang tanah dan selai kacang. Tujuan pembuatan produk ini adalah untuk meningkatkan nilai ekonomi dan memerpanjang masa simpan.


Pada Sesi selanjutnya, Dosen Teknologi pangan yang ahli dalam Pangan Fungsional yakni Sarlina Palimbong, M.Sc bersama 2 mahasiswa Isnaini Kumalarasari dan Shara Lefa mengajarkan tentang pembuatan susu jagung dan pasta dari jagung. Produk ini ditunjukan untuk membuat makanan dan minuman hasil olah inovasi dari jagung dengan kandungan gizi dan antioksidan.


Kegiatan yang dilaksanakan pada 15 Desember 2020 bertempat di Tlatar Boyolali dimulai pukul 09.00. Peserta yang hadir sekitar 30 orang dan pada kesempatan ini mereka langsung praktik membuat 4 menu makanan tersebut. Sesi akhir ditutup oleh Dhanang P, M.Si dalam penyampaiannya, Tekpang FKIK siap menjadi patner dalam inovasi pangan baik dalam bentuk pelatihan maupun pendampingan. Diharapkan kegiatan ini menjadi awal untuk memajukan pangan lokal menuju global untuk menguatan pondasi katahan pangan.